Sunday, August 12, 2012

LCC di Perkebunan Kelapa Sawit (Bag. 1)

LCC (Foto : Koleksi Pribadi)

Kelapa sawit (Elais guineensis) merupakan salah satu tanaman perkebunan di Indonesia yang memiliki nilai ekonomis masa depan yang sangat cerah. Perkebunan kelapa sawit semula berkembang di propinsi Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam. Namun sekarang telah berkembang ke berbagai daerah dari Pulau Sumatra, Kalimantan s.d Papua menjadi bukti pesatnya perkembangan agribisnis kelapa sawit.

Pembukaan lahan baru untuk perkebunan sawit tidak terlepas dari keberadaan LCC (legume cover crop) yang dalam bahasa kebunnya sering disebut sebagai kacangan. Pemilihan kacangan yang tepat merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki kualitas tanah pasca replanting. Kacangan punya banyak keuntungan disamping masih terdapat dampak negatifnya (Tabel 1).

Tabel 1. Dampak Positif dan Negatif Kacangan/LCC
Dampak Positif
Dampak Negatif
Menahan pukulan hujan
Persaingan dengan tanaman pokok
Menahan laju air limpasan
Mengganggu tanaman pokok
Menambah unsur N
Tempat sarang tikus/landak (hama sawit)
Menambah bahan organik (BO)
Kadang menjadi inang bakteri, virus dan jamur
Memperbaiki sifat fisik, kimia, biologi tanah

Perlindungan teradap erosi

Mengurangi pencucian (cleansing) dan perlindian (leaching) hara

Mempercepat pelapukan barang sisa Land Clearing/Replanting

Menekan pertumbuhan gulma


Kacangan terdiri atas menjalar (diantara barisan tanaman, pelindung tebing, bersifat permanen) dan perdu (diantara barisan TBM, sebagai penutup gawangan, bersifat sementara). Spesies kacangan menurut tipe seperti pada tabel 2 berikut.

Tabel 2 Jenis LCC berdasar tipe tumbuh
Tipe Menjalar
Tipe Perdu
Centrosema pubescens (Centro)
Flemingia congesta
Puereria javanica (PJ)
Crotalaria anagyroides
Puereria phascoloides (PP)
Tephrosia pogelli
Calopogonium mucunoides (CM)
Caliandra callothycus (WHITE)
Calopogonium caeruleum (CC)
Caliandra tetragona (RED)
Mucuna sp. (Mucuna)

Desmodium ovalifolium


Mucuna sp.
Tingkat pertumbuhan minimum beberapa jenis kacangan yaitu CM (40%), CC (30%), PJ (60%) dan Mucuna (75%). Melihat pertumbuhan Mucuna 40-70 cm dalam satu malam maka kacangan tersebut merupakan yang terbaik diantara kacangan lainnya dalam pembentukan tutupan setelah pembukaan lahan baru.




No comments:

Post a Comment