Sunday, July 8, 2018

Dendrocnide moroides dari Maluku Utara, Semak Berbahaya

 
Gympie-gympie
Moloku Kie Raha, Sebutan dari Maluku Utara yang merupakan propinsi yang terkenal akan hasil rempah-rempah terbaik sepanjang masa. Daerah kepulauan yang menyimpan keanekaragaman hayati paling banyak dengan sebaran luas. Tidak hanya terkenal karena batu Bacan-nya yang antik, Burung Bidadari Halmahera yang eksotik, pun juga tumbuhan-tumbuhan langka banyak tumbuh di daerah ini termasuk berbagai jenis anggrek endemik. Namun, satu hal yang perlu dicermati bagi para wisatawan, terutama didaerah pegunungan karena ada satu tumbuhan asli Maluku Utara yang cukup berbahaya jika bersentuhan langsung. 




Dendrocnide moroides juga dikenal sebagai Gympie-gympie merupakan semak asli daerah hutan hujan tropis Maluku Utara, Indonesia. Semak ini terkenal karena adanya rambut yang menyengat yang menutupi seluruh tanaman dan menghasilkan racun yang kuat ketika disentuh. Gympie-gympie merupakan spesies pohon menyengat yang paling mematikan. 

D. moroides biasanya tumbuh sebagai tanaman bertangkai tunggal yang tingginya mencapai 1 hingga 2 meter. Ia memiliki besar, daun berbentuk hati, panjangnya sekitar 12 hingga 22 cm dan 11Lebar 18 cm, dengan tepi daunnya bergigi halus. Spesies ini lebih menyukai hutan hujan tropis yang rapat. Spesies ini unik dalam genus dalam perbungaan biseksual di mana beberapa bunga jantan dikelilingi oleh bunga betina. Bunganya kecil, dan setelah diserbuki tangkai membengkak untuk membentuk buah. Buah-buahan berair dan seperti murbei dan berwarna merah muda cerah hingga ungu. Setiap buah mengandung satu biji yang ada di bagian luar buah. Kontak dengan daun atau ranting menyebabkan rambut berujung silika berongga untuk menembus kulit.

Sengatannya menyebabkan rasa sakit. Sensasi menyengat yang bisa berlangsung selama berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan dan daerah yang terluka menjadi tertutup dengan bintik-bintik merah kecil membentuk massa berwarna merah sehingga bengkak. Sengatannya diketahui telah membunuh satu manusia, dan itu juga bisa membunuh anjing dan kuda. Namun sengatannya tidak menghentikan beberapa spesies marsupial kecil, termasuk serangga dan burung. 


Beberapa penelitian telah dilakukan pada komposisi neurotoxin; namun, komposisi dan metode tindakan yang tepat untuk penawr racunnya masih diteliti. Bahkan Saking kuat racunnya, daun gympie-gympie yang telah kering beratus tahunpun masih mengandung racun moroidin dengan kuat.

Tuesday, July 3, 2018

Pala Melanglang Buana, Peran Karantina dan Ancaman Penyebaran OPTK #141KARANTINAMELAYANI

 
Petani Maluku Utara sedang menjemur Pala (Foto: travel.kompas.com)
Sejak Romawi berkuasa dahulu, pala (Myristica fragrans) merupakan komoditas “kuno” yang paling banyak dicari pedagang. GE Rumphius (1743) pernah menulis,  Tuhan telah bijaksana memberi kekayaan pala dan cengkeh bagi Maluku”. Daerah kepulauan di wilayah timur Indonesia ini menjadi tujuan utama perdagangan rempah bangsa Portugis, Spanyol, Arab, dan Belanda semenjak masa kejayaan Kesultanan. Awalnya, mereka masuk ingin berdagang. Namun, ketika melihat tingginya nilai jual rempah-rempah di dunia, niat itu berubah untuk menguasai perdagangan dan akhirnya menjajah. Hingga saat ini, kebutuhan pala dunia disuplai dari Indonesia. Kawasan negara-negara di Eropa yang paling banyak mengimpor pala dari wilayah timur Indonesia ini. Harga biji pala saat ini di tingkat petani berkisar Rp.50.000-60.000 per kg dan naik turunnya mengikuti harga pala dunia. Tanaman berumah dua (dioecious) ini beraroma khas, bermanfaat sebagai bahan obat, penambah cita rasa makanan dan minuman.
Tren pengiriman biji pala ke negara-negara Eropa dan Afrika semakin meningkat tiap bulannya. Laporan terbaru pada awal tahun 2018, ekspor pala ke Mesir mencapai 17 ton. Jumlah yang fantastik dan membanggakan, mengingat beberapa tahun belakangan perdagangan pala tampak lesu. Tidak ada perubahan mengenai sistem budidaya tanaman yang telah dilakukan oleh petani dari dahulu hingga sekarang ini, namun riskan dalam penanganan pascapanennya. Beberapa pengimpor mengakui bahwa kebun terbaik untuk budidaya tanaman pala ada di Maluku Utara.  Pala Banda (M. fragrans), Utan (M. fatua), Onin (M. schefferi), dan Muskat (M. succedanea) mudah ditemukan di wilayah yang telah dicanangkan sebagai pemasok benih pala nasional. Tidak dipungkiri, masyarakat sudah terbiasa dan bergantung pada tanaman ber-marga Myristica ini.
Tercatat 4,03 ton pala dilalulintaskan dari Maluku Utara pada kurun 2017 menurut data Karantina Pertanian. Jumlah tersebut memang tidak begitu besar, namun setidaknya memberi angin segar bagi para pelaku bisnis rempah terutama dari segi pemasaran. Tak pelak pengawasan dan pemeriksaan fisik terhadap media pembawa perlu ditingkatkan mengingat pala sebagai komoditas ekspor unggulan harus terjamin kualitasnya, termasuk antisipasi bahaya masuknya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
Ceratocystis fimbriata merupakan cendawan OPTK A2 yang dapat mengancam pala. Berdasarkan Permentan Nomor 51 Tahun 2015 daerah sebar cendawan ini meliputi Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. OPTK A2 adalah organisme pengganggu tumbuhan yang terdapat di wilayah Indonesia namun penyebarannya terbatas pada wilayah tertentu saja dan masih dalam tahap pengendalian. C. fimbriata ini dilaporkan pertama kali menyerang akar tanaman pala di Aceh. Patogen menyebabkan gejala penyakit kanker batang, busuk akar, dan layu pembuluh. Patogen ini menjadi ancaman serius untuk komoditas rempah dan hasil hutan seperti pala, kakao, karet, akasia, serta eukaliptus. Penyebaran penyakit sering terjadi melalui spora yang dibawa oleh angin dan alat pertanian serta benih yang telah terinfeksi patogen sehingga potensi serangannya terhadap tanaman lain cukup tinggi.
Karantina Pertanian telah berusaha maksimal dalam mengawasi, mencegah, dan mengantisipasi masuknya OPTK tersebut dari atau keluar daerah Maluku Utara mengingat kisaran inangnya cukup luas. Potensi budidaya pala di Maluku Utara cukup besar karena selain iklimnya yang cocok, lahan yang tersedia juga masih luas. Maluku dan Maluku Utara terdiri atas beberapa pulau dengan lalu lintas barang dan jasa cukup tinggi sehingga perlu perhatian lebih dalam hal pengawasan.
Pala biasa dikeluarkan melalui pelabuhan-pelabuhan menggunakan kapal ferry sehingga potensi masuk dan keluarnya OPTK dapat dicegah melalui pengawasan Karantina Pertanian. Pala diekspor melalui Sulawesi Utara sehingga hasil panen pala dari Maluku Utara biasanya dilalulintaskan melalui pelabuhan laut. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian bahwa komoditas strategis rempah-rempah seperti pala, cengkeh, lada dan merica harus mulai digalakkan pada tahun 2018. Tantangan ke depan adalah memastikan produk pala Indonesia tetap terjamin kualitasnya di mancanegara dengan dukungan penuh pelayanan Karantina. “Geber Ekspor Produk Petani Kita, Indonesia”.


Oleh :
Arief Widyantoro
(Calon POPT Ahli di BKP Kelas II Ternate)
#141KARANTINAMELAYANI

 

Monday, July 2, 2018

Suksesnya Program Showroom Hortikultura KODIM Karanganyar

S
howroom  merupakan salah satu bentuk kegiatan promosi yang bertujuan mengenalkan suatu produk tertentu kepada masyarakat. Kegiatan Showroom Tanaman Hortikultura yang telah dilaksanakan di markas KODIM 0727 Karanganyar pada April 2017 tahun lalu merupakan salah satu upaya peningkatan hasil pangan melalui budidaya tanaman sayuran skala rumah tangga.
Maksud dan tujuan terselenggaranya kerjasama adalah sebagai wadah berbagi ilmu budidaya hortikultura antara pihak perusahaan penyedia pupuk, pihak KODIM 0727 Karanganyar dan masyarakat. Arah pengembangan kegiatan adalah bisa diterapkan dalam skala luas pada berbagai lapisan masyarakat.
Kegiatan showroom tanaman hortikultura meliputi : kegiatan persiapan lahan dan media tanam, budidaya tanaman sayuran baik dengan sistem pot maupun hidroponik pada tanaman sawi atau caisim, selada, pare, terong, tomat dan lain-lain serta teknis pemupukan organik.
Kegiatan ini menitikberatkan pada penggunaan pupuk organik dan hayati untuk memaksimalkan hasil suatu komoditas hortikultura. Penggunaan POMI sebagai pupuk hayati dan BEKA sebagai pembenah tanah organik diharapkan mampu mensubtitusi sebagian penggunaan pupuk kimia sehingga kualitas produk hortikultura dapat terjaga dengan baik. Kerjasama dalam wujud kemitraan antar instansi memang perlu sering digalakkan untuk mencapai sinergitas.


Dandim Karanganyar sewaktu panen perdana komoditas Hortikultura pada April 2017 lalu bersama Konsultan Ahli Pupuk IACI.

Konsultan Ahli Pupuk IACI

Tuesday, June 19, 2018

PETUNJUK TEKNIS APLIKASI PUPUK ORGANIK/HAYATI TANAMAN PADI

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
TANAM PADI MENGGUNAKAN merk BEKA & POMI

1.     APLIKASI BEKA PEMBENAH HAYATI
-       Semprot larutan Beka pada singgang (sisa jerami) dengan kebutuhan 3 liter/ha
-       Lakukan proses luku (blebek) segera setelah penyemprotan Beka agar singgang tercabut akarnya, rebah dan terendam.
2.     SEBAR BENIH
-       Rendam benih padi dalam larutan Pomi dengan dosis 5 cc/liter air untuk 1 kg benih kemudian peram selama 24 jam.
-       Lakukan aplikasi Pomi pada persemaian saat usia bibit 14 HSS (hari setelah sebar) dengan dosis 5 cc/liter air secara merata.
-       Lakukan aplikasi Regent bersama dengan pemupukan kimia (dosis pupuk kimia ½ anjuran) untuk persemaian.
3.     BIBIT TANAM
-       Tanam bibit setelah mencapi 20 HSS
-       Sebelum tanam akar bibit saat proses daud dicelup Pomi dengan dosis 10 cc/liter air
4.         APLIKASI POMI PUPUK HAYATIPLUS
-       Tahap 1 : Pomi diaplikasikan pada H-3 sebelum tanam dengan kebutuhan 4 liter/ha dengan cara semprot merata pada lahan (kondisi tanah macak-macak).
-       Tahap 2 : Pomi diaplikasikan pada H+25 HST (hari setelah tanam)  dengan kebutuhan 3 liter/ha dengan cara semprot merata pada lahan.
5.     APLIKASI PUPUK KIMIA
-       Tahap 1 : Pupuk kimia diaplikasikan pada H+7 HST dengan kebutuhan ½ dari jumlah pupuk anjuran sesuai kebiasaan setempat.
-       Tahap 2 : Pupuk kimia diaplikasikan pada H+26 HST dengan kebutuhan ½ dari kebiasaan setempat dan sebelumnya harus sudah diaplikasikan Pomi tahap 2 terlebih dahulu.


Penguji :
Ir. Supriyanto (Research and Development IACI)

Aplikator :
Sariman Karta Rahayu (Research and Development IACI)

Praktikan :
Widyantoro Arief (Graduate School of Agronomy UNS)
 


Saturday, January 2, 2016

Rumput Spinifex littoreus

Rumput lari-larian atau rumput angin , masyarakat lokal menyebutnya seperti itu karena gerombolan malai-nya yang berbentuk bola mudah lepas dari tangkainya dan “berlari” kesana kemari tertiup oleh angin. Rumpunnya berukuran sedang. Dari tiap rumpun keluar buluh yang arahnya mendatar dan membentuk rumpun-rumpun baru (tingginya mencapai 90 cm).

Rumput ini punya pelepah yang pendek dan lebar. Daunnya kaku dan tebal seperti duri dan warnanya hijau mengkilat. Bagian tengah daun cekung. Pembungaannya sepanjang tahun, terdiri atas tandan-tandan yang mengumpul, membentuk bulatan. Jumlah bulatan dalam satu buluhkadang-kadang sampai enam buah, keluar dari tiap-tiap ujung cabangnya. Ujung bulirannya runcing. Letak buliran-buliran berseling dan tangkainya pendek.

Penyebaran rumput ini umumnya oleh angin. Gelondongan-gelondongan buliran yang lepas dapat tertiup angin dan terjatuh ditempat lain dapat membentuk tumbuhan baru. Selain angin, penyebaran rumput ini melalui air. Ombak pantai sering menyapu atau membawa gelondongan buliran rumput ini bersama benda-benda lainnya. Rumput angin hidupnya hanya didaerah-daerah pantai saja. Akarnya yang kuat membuat rumput ini mampu mengikat pasir-pasir pantai. Biasanya tumbuh berkelompok di pasir-pasir pantai yang permukaannya landai, namun kadang ditemui di padang rumput berpasir. Vegetasi terbanyak ditemukan pada kawasan tropis di negara-negara kepulauan seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, dan Australia.
Rumput Lari-larian atau Rumput Angin (Spinifex littoreus)
Sumber Gambar : Flickr.com

Thursday, December 31, 2015

Hadir di awal tahun


"Kami Keluarga Besar 8UR53 Farm and Livestock " 
mengucapkan :

Selamat Tahun Baru 2016
Semoga diawal tahun  ini, 
Banyak kelinci-kelinci mulai bunting
Semakin banyak mbadhognya
Semakin gemuk-gemuk dan sehat selalu

Kauman City, 1 Januari 2016
Tertanda,

Direktur Utama 8UR53 Farm and Livestock :
Nurwe Widjijanto, A.Md.K, SE, MCK.


Kepala Bagian Pengaritan :
Dr. Ir. Widjijantoro Kethip, SH. BH. MSi. SMS.


Kepala Bagian Darurat Jika Direktur dan Kabag Pengaritan sedang lungo :
Ibu. Soelastri Sitemoe, S.Kb.


Melahirkan dan bla-bla-bla